Raja Alengka
Raja Alengka
Brahma,
Apa salahku
lahir dari
benih dendawa,
menjadikan api dan angkara perias kebesaranaku,
itulah citra diriku,
citra nafsu dan serakah.
Kombakarna, adiku
Apa arti air matamu
aku yang menggaruk cadas ‘tuk isi perutmu,
aku yang menambang laut ‘tuk dahagamu
aku yang menghamparkan gunung ‘tuk alas tidurmu.
Kombakarna, Kombakarna
kenapa kau biarkan
panah-panah Ayodhya meremuk jantungmu
sampai langit Alengkapun mendidih mendung dengar jerit
sakit sekaratmu.
Indrajit, anaku.
Mati jiwamu, mati hatiku,
Betara tak izinkan memecah karas dendamku.
Aku tak berdaya, tak lagi punya kuasa,
digjaya dibelenggu dan nafas dihimpit
Wajah-wajah sondara-sondari telah menjepit tubuhku
Begitulah kisah kita, ternodai tangan-tangan kuasa para
dewa
Wisnu, Wisnu
pengecutkah
dirimu,
Sembunyi di balik topeng kebajikan Rama.
Hinakah sang pemelihara bertemu dendawa,
Haramkah dedemit ini abadikan usia,
Sedang aku saksikan manusia Bisma menentukan matinya
Shinta, kekasihku.
jijikah wajah sang dasamuka ini,
hingga memilih berteman dengan hanoman.
seramkah mata ini, hingga tertutup pintu hati shinta
kasarkah tangan ini, hingga tak tersentuh jiwa shinta
Apiku untuk shinta api asih, nafsuku untuk shinta nafsu asmara.
Serakahku untuk shinta serakah maharani, angkaraku untuk
shinta angkara cinta.
Adilkah kahiyangan menentukan perjodohan,
sedang pancasona rawarontek saksikan putri dendawa Arimbi mendapatkan
Bima
Sungai air mata ini sudah kering,
Namun gelembung dosa tak pernah mau mencair
Begitulah dewa-dewi membuat cerita
Begitupula mereka menciptakan kemenangannya
Akulah prahara penguasa setan
Bara pengguncang candradimuka
Akulah dendawa yang berlegenda
Akulah Rahwana, Raja Alengka
27 April 2004
yaaah mungkin ini adalah karya yang "ngarang" dari cerita aslinya, …… setelah kalah perang dari hawa nafsunya sendiri, masih tetep weh mikiran ego, buang -buang energi (efisiensi energinya buruk mungkin dibawah 30%) , yeuh nu penting mah jangan memaksakan ego kepada orang lain,
memaksakan ego teh banyak bikin sakit hati,
tak ada kata terlambat untuk minta maaf, lebih-lebih kepada dewa … oh dewa, kepada orang yang kita cintai, dan yang paling penting orang tua. hati-hati sama orang yang kita sakit hati’i, bisa jadi penghalang do’a .. heh setuju ngga nih?
kepada semua orang yang ada di penjuru dunia…
saya mengucapkan mohon maaf lahir batin sedalam-dalamnya.. , beneran urang mah minta hampura
tolong ya cing ikhlas, yang ngga ikhlas….. cing banyak berdo’a,
sebab kita harus banyak berdo’a
November 18th, 2005 at 1:26 am
erus.. dah diliat cerita mahabaratanya.. kesimpulannya,
ntar dengerin cerita dari kamu aja ya?..